Terapkan Inovasi Baru, Panen Padi di Brebes Melesat hingga 10,4 Ton per Hektare
By Admin

Dok. Kementan
nusakini.com, Brebes — Kementerian Pertanian mencatat lonjakan produksi padi yang signifikan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Peningkatan ini disebut sebagai hasil langsung dari penerapan sistem Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS). Keberhasilan tersebut diungkap dalam agenda panen yang berlangsung di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, pada Selasa (4/8/2026).
Mengacu pada data hasil ubinan di lokasi, produktivitas gabah kering panen (GKP) menyentuh angka 10,43 ton per hektare. Volume ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata panen petani setempat yang biasanya hanya berkisar 5 sampai 6 ton per hektare.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa sistem ini merupakan salah satu strategi andalan pemerintah untuk mempercepat produksi pangan. Menurut penjelasannya, metode tersebut telah dikaji dan diuji secara mendalam selama nyaris dua tahun sebelum diimplementasikan ke lahan masyarakat.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, turut merespons positif hasil percontohan tersebut. Ia menyebut PM-AAS mengintegrasikan berbagai inovasi dalam satu ekosistem, mulai dari bibit unggulan, mekanisasi, hingga pengaturan air. "Tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare," terangnya.
Di tingkat regional, pemerintah mematok target ambisius. Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, merinci bahwa wilayahnya ditargetkan dapat menerapkan sistem ini di atas lahan seluas 138.284 hektare selambatnya pada September 2026. Untuk menunjang target tersebut, otoritas terkait telah membekali sekitar 4.000 petani dan 300 aparatur desa dengan pendampingan teknis.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Asisten II Sekda, Ineke Tri Sulistyowaty, menyambut baik terobosan ini. Ia meyakini bahwa tantangan sektor agrikultur di masa depan harus dijawab melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan teknologi mutakhir dan penguatan kelembagaan. (*)